Jelang Milan vs Juve

December 13th, 2008 by curvasud

Kalah berarti semakin tertinggal dari Inter. Demikian resiko partai Milan vs Juve di minggu ini .
Milanisti tentu mengharapkan poin penuh, agar Inter tak sendirian di puncak klasemen.
Milan tidak akan diperkuat Rino Gattuso. Sebuah kehilangan besar bagi Rossoneri.
Saran saya untuk  Ancelotti : bangku cadangkan Sheva yang mandul!!!

GRAZIE SUPER PIPPO!!

November 28th, 2008 by curvasud

Super Pippo  harus menanti sampai menit 93 untuk menceploskan bola sekaligus menyelamatkan AC Milan dari kekalahan. Skor jadi 2-2 dan Milan lolos ke babak selanjutnya Piala UEFA. Pippo, meski ada sedikit sesal, pun lega dan bahagia.

Menghadapi Portsmouth, Jumat (28/11/2008) dinihari WIB, Milan masih tertinggal 0-2 sampai dengan sepuluh menit terakhir. Kekalahan pun membayangi.

Barulah pada menit 84 setitik asa timbul usai tendangan bebas Ronaldinho bersarang di dalam gawang Pompey. Namun, Inzaghi-lah yang akhirnya benar-benar bikin ‘Rossoneri’ bersorak berkat golnya di menit 84.

Gol telat Pippo yang bikin skor jadi 2-2 itu bukan hanya menghidupkan Milan yang nyaris ditelan kekalahan, tapi juga memastikan mereka melaju ke babak selanjutnya kendati masih menyisakan satu partai sisa melawan Wolfsburg.

“Gol di tepi kematian? Kami membutuhkannya, terutama setelah aku mengenai tiang dua kali. Kami bahagia dan semuanya berakhir baik,” kata Inzaghi lega di Goal.

Penyerang berusia 35 tahun itu memang menyisakan sesal karena Milan dia nilai bisa saja unggul dua gol lebih dulu. Tapi karena ‘Il Diavoli Rossi’ sudah lolos, pupuslah sesal itu.

“Kami menderita lebih dari yang diperlukan. Kami seharusnya bisa unggul 2-0 di babak pertama tapi kami malah memasuki jeda dengan skor 0-0. Namun, kami puas dengan hasilnya. Yang terpenting adalah mencapai babak selanjutnya,” tandas Inzaghi.

ULASAN PERTANDINGAN PORTSMOUTH VS MILAN
AC Milan nyaris menelan kekalahan saat bertandang ke Portsmouth. Sempat tertinggal dua gol, Rossoneri menyelesaikan laga dengan skor 2-2 lewat gol telat Filippo Inzaghi.

Meski cuma mendapat tambahan satu poin, posisi Milan di pucuk klasemen Grup E belum berubah. Rossoneri kini punya koleksi tujuh angka setelah di dua laga sebelumnya menghadapi Heereven dan Braga berakhir dengan kemenangan.

Milan bahkan bisa memastikan lolos ke babak selanjutnya jika Wolfsburg bisa menundukkan Braga, kedua kesebelasan masih bertanding saat berita ini diturunkan..

Sementara buat Pompey hasil ini gagal mengangkat mereka dari posisi empat klasemen. Skuad besutan Tony Adams belum meraih satu poin pun setelah pada laga pertama dihempaskan Braga 0-3

Jalannya Pertandingan

Di Fratton Park, Jumat (28/11/2008) dinihari WIB, Milan sesungguhnya lebih dulu memiliki peluang di menit 11 melalui Filippo Inzaghi. Namun tendangan Pippo yang gagal diantisipasi David James masih membentur mistar, sebelum Flamini sempat mencocornya, James bereaksi lebih cepat menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Lima menit berselang gantian tuan rumah yang menebar ancaman. Kali ini melalui kerjasama Nwanko Kanu dengan Peter Crouch. Tapi gol juga tak tercipta dari prosesi ini karena tendangan voli sang striker Inggris tepat mengarah ke pelukan Dida.

Untuk kali kedua di paruh pertama, bola yang disepak Inzaghi membentur mistar. Insiden di menit 26 ini terjadi saat striker kurus itu mencoba memperdaya James dengan mencungkil bola saat tinggal berhadapan satu lawan satu.

Di awal babak kedua gantian tuan rumah yang lebih dulu menciptakan peluang. Kali ini gantian Kanu yang gagal memanfaatkan umpan Crouch, bola yang diarahkan striker Nigeria itu cuma membentur sisi luar gawang Dida.

Memasuki menit 62 publik Fratton Park bergemuruh setelah Younes Kaboul menyarangkan bola ke gawang Milan. Diawali tendangan bebas yang kemudian melahirkan kemelut di muka gawang Dida, tandukan Kaboul meneruskan crossing Glen Johnson tak kuasa dihalau Dida.

Carlo Ancelotti langsung bereaksi atas gol tersebut dengan menarik keluar Andriy Shevchenko dan Kaka serta memasukkan duet Ronaldinho-Alexandre Pato. Tapi gawang Milan justru kembali kebobolan di menit 73.

Memanfaatkan kerja keras Johnson yang melakukan penetrasi di barisan pertahanan Milan, umpan bek Inggris itu dengan mudah diteruskan menjadi gol oleh Kanu.

Milan baru bisa memperkecil kedudukan saat laga tersisa enam menit. Adalah Ronaldinho yang mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menghidupkan kembali harapan timnya setelah eksekusi tendangan bebasnya tak bisa diantisipasi James dengan baik.

Harapan Portsmouth untuk meraih tiga poin bersejarah dari Milan akhirnya pupus di masa injury time. Saat menit pertandingan menunjuk angka 92, Pippo mencetak gol kedua Milan menyambut umpan terobosan Gianluca Zambrotta yang memastikan tim tamu pulang dengan satu angka dikantongi.

Susunan Pemain
Portsmouth: James; Johnson, Kaboul, Distin, Belhadj; Little Bouba Diop, Traore, Hughes; Crouch, Kanu (Davis 81)

Milan: Dida; Zambrotta, Senderos, Favalli, Antonini; Flamini, Emerson, Gattuso (Seedorf 66), Kaka (Pato 74); Shevchenko (Ronaldinho 74), Inzaghi

Kaladze Marah dan Merasa Bersalah

November 25th, 2008 by curvasud

Boleh jadi pemain yang paling merasa bersalah karena Milan gagal mempertahankan kemenangannya di pekan ke-13 adalah Kakha Kaladze. Soalnya, penalti yang didapat Torino gara-gara dia.

Di menit 78, di saat Milan sedang unggul 2-1 di Stadio Olimpico Grande di Torino, Senin (24/11/2008) dinihari WIB, tuan rumah Torino memperoleh hadiah penalti. Wasit memutuskan demikian setelah bola menyentuh tangan Kaladze.

Alessandro Rosina yang ditugaskan mengambil tendangan 11 meter itu berhasil menaklukkan kiper Christian Abbiati, dan I Granata menyamakan kedudukan menjadi 2-2, dan skor tersebut bertahan hingga akhir pertandingan.

“Tidak ada penalti. Jelas-jelas tidak!” ucap Kaladze tentang insiden tersebut, seperti dilansir Goal. “Saya mengontrol bola dengan paha, lalu malah kena tangan. Tapi itu ‘kan bukan kesengajaan.”

Sama seperti pelatihnya, Carlo Ancelotti, bek asal Georgia itu mengecam wasit Stefano Farina. Keduanya sepakata bahwa si pengadil lapangan hijau itu tidak memahami aturan soal handsball terkait penalti.

“Mungkin dia tidak tahu aturannya, karena kalau bola memantul dari badan dan mengenai tangan, itu bukanlah penalti. Kita semua tahu itu,” tukasnya.

Sementara pelatih Torino, Gianni de Biassi, tenang-tenang saja dengan keputusan tersebut. Ia tidak melihat ada yang salah dengan insiden Kaladze.

“Memang kena tangan dia kok, dan itu ya penalti,” sergah dia. “Kami layak mendapatkan hasil seri ini. Dan keputusan itu menurutku tidak keliru.”

Ancelotti Marah kepada Wasit Milan- Torino

November 25th, 2008 by curvasud

Allenatore marah..
Gara-gara wasit menghadiahi Torino penalti jelang berakhirnya laga, AC Milan gagal meraih kemenangan. Untuk kali kesekian, Carlo Ancelotti pun mempertanyakan keputusan wasit.

Bertandang ke Torino, Milan yang sempat ketinggalan akhirnya mampu membalikkan keadaan berkat gol dari Alexandre Pato dan Ronaldinho. Namun di akhir laga kekecewaan lain harus didapat karena mereka dijatuhi penalti yang kemudian membuat laga berkesudahan 2-2.

Wasit menunjuk titik putih di muka cawang Cristian Abbiati karena Kakha Kaladze dianggap melakukan handsball. Inilah yang kemudian diprotes Carletto lantaran bola mengenai tangan Kaladze karena memantul liar setelah sebelumnya lebih dulu membentur kaki bek Georgia itu.

“Saya tak ingin berkomentar soal wasit, kami hanya ingin bilang kalau aturan yang kami terima dari offisial musim panas lalu menyatakan kalau bola memantul arah setelah mengenai bagian tubuh yang lain maka itu tak bisa disebut sebagai ‘tindakan yang disengaja’ ,” ungkap Carletto di Channel4.

Ancelotti punya menyoroti kejadian serupa di babak pertama yang terjadi di pihak tuan rumah. Namun saat itu tak ada sanksi penalti diberikan pada Il Torro.

“Kejadian dengan lengan Francesco Pratali terlihat seperti sebuah penalti buat saya. Tapi sekali lagi saya tak mau berkomentar soal wasit,” sambung Ancelotti.

Namun di samping kekecewaan pada wasit, Carletto juga menyayangkan anak didiknya yang tak mampu mempertahankan keunggulan di penghujung laga. Hasil 2-2 ini membuat Milan gagal meraih poin maksimal dalam dua lawatannya, keduanya berakhir dengan imbang setelah lebih dulu unggul.

“Kami dibuat untuk bermain menyerang, meski kami seharusnya bisa lebih padu lagi saat dalam posisi memimpin dan tidak memberi Torino kesempatan menekan kami. Kami punya banyak kesempatan untuk unggul 3-1, dan satu-satunya kesalahan hanyalah membiarkan Toro menyerang balik kami,” pungkas Ancelotti.

Sial, Seri gara gara wasit

November 25th, 2008 by curvasud

Milan ditahan Torino
AC Milan gagal merapatkan kembali jaraknya dengan Inter Milan di puncak klasemen. Dalam lawatannya ke Torino, Rossoneri dipaksa puas bermain imbang 2-2.

Hasil imbang ini tak membuat posisi Milan di urutan dua klasemen mengalami perubahan. Dengan satu angka tambahan, Diavolo Rosso untuk sementara punya 27 poin atau terpaut tiga atas Inter di Puncak Klasemen.

Buat Torino hasil ini juga tak banyak membantu mereka beranjak dari dasar klasemen. Il Toro masih terdampar di urutan tiga dari bawah dengan total poin dikumpulkan berjumlah 12.

Butuh meraih kemenangan untuk merapatkan kembali jarak dengan Inter, Milan justru gagal mengembangkan permainannya. Di menit-menit awal gelombang serangan yang mengandalkan trio Brasil Alexandre Pato, Kaka dan Ronaldinho lebih sering pupus di tengah jalan.

Kesempatan pertama membuat gol baru datang di menit 19 saat tekel yang dilakukan Matteo Rubin memblok bola sepakan Ronaldinho. Sementara dua peluang milik Andrea Pirlo dan Ronaldinho yang terlahir dari tendangan penjuru juga tak berakhir sukses.

Justru Torino yang kemudian lebih dulu menjebol gawang Milan yang dalam laga tersebut dikawal Christian Abbiati. Blerim Dzemaili yang menusuk dari tengah melepaskan umpan pada Alessandro Rosina di sisi kiri pertahanan Milan, crossing yang dia lepaskan ditanduk dengan sangat baik oleh Roberto Stellone ke dalam gawang.

Namun gol di menit 25 itu tak bertahan lama karena tiga menit berselang Rossoneri menyamakan kedudukan. Gol penyama ini datang dari kerjasama cantik antara Kaka dengan Clarence Seedorf.

Saat menerima umpan dari Kaka, Seedorf sesungguhnya dalam posisi offside. Namun dia memilih tak bereaksi terhadap bola dan membiarkan Pato yang memunggut si kulit bundar. Pemain belakang Torino yang sebelumnya berhenti dan mengangkat tangan meminta off side tak bisa berbuat banyak saat Pato menjebol jala mereka dan dinyatakan sah oleh wasit.

Setelah sebuah peluang Kaka ditepis dengan sangat baik oleh Matteo Sereni, Milan akhirnya membalikkan keadaan di menit 34. Gol kedua Milan ini datang dari tendangan bebas yang dieksekusi Ronaldinho setelah membuat gerakan menipu dengan Pirlo. Milan unggul 2-1.

Di awal babak kedua, tepatnya menit 48, Milan nyaris memperlebar keunggulan. Namun kegagalan Pato menyelesaikan umpan matang Dinho membuat skor pertandingan bertahan di angka 2-1.

Adalah Torino yang kemudian lebih menguasai pertandingan dan menciptakan beberapa kesempatan menyamakan kedudukan. Aksi individu Blerim Dzemaili sukses melewati dua bek Milan di menit 53, namun sepakannya melayang jauh dari sasaran. Kondisi serupa terjadi pada Stellone yang membuang dua kesempatan yang datang padanya.

Torino akhirnya mencetak gol penyama saat pertandingan tersisa 13 menit melalui tendangan penalti menyusul handsball Kaladze, bola yang coba di-crossing Rosina membentur kaki dan berbelok arah mengenai tangan bek Georgia itu. Rosina yang maju dengan eksekutor mengirim bola yang salah diantisipasi Cristian Abbiati.

Tak puas dengan hasil imbang, Milan terus menggempur pertahanan tuan rumah. Namun ketatnnya pertahanan lawan membuat Rossoneri tak bisa bernuat banyak, upaya Kaka melakukan diving pun justru berbuah kartu kuning buatnya.

Susunan Pemain
Torino: Sereni; Diana, Natali, Pratali, Rubin; Colombo, Dzemaili, Barone (Zanetti 72), Rosina (Ogbonna 84); Bianchi (Abbruscato 72), Stellone
Milan: Abbiati; Bonera, Maldini, Kaladze, Jankulovski; Gattuso (Shevchenko 79), Pirlo (Emerson 74), Seedorf; Ronalidnho, Kaka, Pato
Hasil Lengkap
22/11 Fiorentina 4 - 2 Udinese
22/11 Inter Milan 1 - 0 Juventus
23/11 Bologna 1 - 1 Palermo
23/11 Chievo Verona 0 - 2 Siena
23/11 Lazio 1 - 1 Genoa
23/11 Lecce 0 - 3 Roma
23/11 Napoli 2 - 2 Cagliari
23/11 Reggina 3 - 1 Atalanta
23/11 Sampdoria 3 - 0 Catania Calcio
23/11 Torino 2 - 2 AC Milan

Adriano GALLIANI: “Kesalahan Wasit harus diterima”

November 25th, 2008 by curvasud

ini adalah deklarasi Milan’s general manager Adriano Galliani sebelum memulai ke pesta untuk 40 tahun dari ‘Associazione Italiana Calciatori’ (Italia Footballers Association): “Milan kehilangan dua kesempatan besar kedua di Lecce dan di Turin . Wasit membuat kesalahan seperti pemain, pelatih dan direksi, dan kesalahan ini harus diterima.
Kaladze? saya akan berbicara dengan para pemain karena saya memahami apa yang mereka rasakan,Kesalahan Kaladze adalah dosa ringan

Kaladze Minta Maaf

November 25th, 2008 by curvasud

Hukuman penalti yang dijatuhkan kepada AC Milan kala menghadapi Torino mengundang reaksi keras Kakha Kaladze. Tapi belakangan Kaladze menyesali reaksinya kepada wasit.

Milan hanya berhasil meraup satu angka dari laga tandangnya melawan Torino. Keunggulan 2-1 buyar tatkala wasit Stefano Farina menghukum Rossoneri dengan penalti yang lantas menjadikan skor akhir jadi 2-2.

Kaladze menjadi orang yang paling gusar di kubu Milan, selain pelatih Carlo Ancelotti. Pasalnya, penalti itu diberikan karena bek asal Georgia itu dituding menyentuh bola dengan tangannya. Kaladze menuduh Farina tak mengerti peraturan.

Komentar Kaladze itu rupanya tak disetujui oleh petinggi Milan. Wakil Pres Adriano Galliani mengecam reaksi keras dari pemainnya tersebut. Kaladze pun lalu menarik ucapannya.

“Saya sangat sangat menyesal atas reaksi saya pada hari Minggu malam,” ujar Kaladze kepada situs resmi Milan seperti dikutip Football Italia.

“Tanpa keraguan, itu adalah akibat dari ketegangan pasca pertandingan. Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya hanya mengkritik wasit dari sudut pandang teknis,” lanjut Kaladze.

Sebetulnya, bobot kritik Kaladze itu sama dengan apa yang dilontarkan oleh Ancelotti. Jadi, akankah Ancelotti bertindak sama dengan anak buahnya dengan meminta maaf

Milan harus bantai Torino

November 22nd, 2008 by curvasud

minggu ini milan melawat ke Turin melawan torino, banteng yang terluka.

toro mengalami 5 rentetan hasil buruk. milan harus mampu memanfaatkan momen ini, sementara inter harus hidup mati dengan juve, dan udinese bertemu fiorentina.

ayo pato, cetak gol!

Galliani : Waspadai Inter!

November 19th, 2008 by curvasud

Laga Inter Milan melawan Juventus mendapat perhatian tinggi dari AC Milan. Wakil Presiden Milan Adriano Galliani pun mencoba mengantisipasi hasil laga Derby d’Italia.

Posisi I Rossoneri saat ini berada diantara kedua tim tersebut dalam klasemen Seri A. Milan terpaut satu poin di belakang Inter dan dua poin memimpin dari Juventus.

Galliani pun tak berani berharap apa yang terjadi dengan hasil yang terjadi di Giuseppe Meazza nanti. “Saya hanya berharap Milan menang di Turin,” ucapnya seperti dilansir Goal.

Milan memang akan bertandang ke Turin akhir pekan ini guna menghadapi Torino. Mengejar kemenangan tampaknya adalah cara positif untuk mengantisipasi hasil Derby d’Italia nanti.

Namun, bagi Galliani hasil di Giuseppe Meazza akan mempengaruhi persaingan perebutan gelar Scudetto. Tentu saja yang dikhawatirkan olehnya adalah Inter semakin jauh memimpin.

“Kandidat nomor satu, tentu saja berserta kami, tidak diragukan lagi adalah Inter Milan,” ungkap Galliani.

Pernyataan Galliani ini tentu saja menambah tekanan bagi para pemain Milan untuk meraih kemenangan saat menghadapi Torino.

Obsesi Carletto : ingin latih Pantai Gading

November 19th, 2008 by curvasud

Carlo Ancelotti punya mimpi membesut Pantai Gading usai kontraknya dengan AC Milan berakhir 2010. Meski Rossoneri bertekad mempertahankan, namun kandidat pengganti juga sudah disiapkan.

“Saya ingin melatih di Afrika. Saya tidak bercanda, ini serius. Ide tersebut memesona saya. Saya pikir sepakbola Afrika punya potensi hebat…Saya ingin melatih Pantai Gading, mereka punya pemain hebat seperti Didier Drogba,” curhat Ancelotti kemarin.

Pernyataan Ancelotti tersebut langsung mendapat tanggapan dari kubu Milan. Melalui Wakil Presidennya, Adriano Galliani, Diavolo Rosso menegaskan keinginan mereka untuk mempertahankan Carletto usai berakhirnya kontrak, tahun 2010 nanti.

“Saya tidak berpikir kalau mimpi Ancelotti itu akan terwujud dengan mudah, dia punya keinginan kuat untuk mencatatkan sejarah dengan negara Afrika di masa depan. Tapi mimpi saya adalah mempertahankan Ancelotti di Milan hingga beberapa tahun mendatang,” tegas Galliani di Goal.

Meski belum mau berpisah cepat-cepat dengan pelatih yang sudah memberi delapan tropi juara itu, Galliani juga menekankan kalau Milan tak akan bisa memaksakan kehendak pada Ancelotti. Artinya, pelatih 49 tahun itu tetap bisa pergi saat kontraknya habis.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, jauh-jauh hari Milan sudah mencari sosok pelatih yang dianggap tepat. Beberapa nama pun disebut Galliani sebagai calon suksesor Carletto jika dia jadi hengkang.

“Tentu saja kami belum membuat keputusan siapa orangnya (yang akan menggantikan Carletto). Tapi kami sudah punya beberapa nama yang sudah dipertimbangkan termasuk (Filippo) Galli, (Mauro) Tassotti, (Frank) Rjikaard, (Ruud) Gullit dan (Marco) Van Basten,” beber Galliani.

Posisi Ancelotti sempat mendapat sorotan tajam di awal musim menyusul dua kekalahan beruntun yang didapat Paolo Maldini cs. Namun perlahan dia mampu membawa Milan bangkit dan kini untuk sementara duduk di posisi dua klasemen.